Cara Membuat Pupuk Fe Dengan Baik dan Benar

Cara Membuat Pupuk Fe

Pada dasarnya, pembuatan pupuk organik tidaklah sulit. Karena tidak perlu menggunakan tempat ataupun mesin yang canggih. Sama halnya, cara membuat pupuk Fe. Jenis pupuk ini sendiri memang sedang menjadi favorit oleh banyak petani.

Karena pupuk ini mampu menyediakan semua kebutuhan yang penting bagi tanaman. Di bawah ini akan kami jelaskan bagaimana cara pembuatan pupuk yang baik dan benar.

Cara Pembuatan Pupuk Fe dengan Baik

Pada dasarnya, pembuatan pupuk Fe sangatlah mudah. Anda bisa menyamakan pembuatan pupuk yang lainnya. Selain itu, bahan utamanya menggunakan limbah organik yang mudah terurai.

Apalagi jika kita lihat dari aktivatornya yang sangat terjangkau, yakni larutan Mikro Organisme Lokal atau MOL. Larutan ini termasuk hasil fermentasi yang berasal dari limbah.

Larutan MOL sendiri mempunyai kandungan unsur mikro, makro, dan bakteri yang memiliki potensi sebagai perombak dari bahan organik. Bahkan, bisa menjadi perangsang tumbuhan dan agen pengendalian hama maupun penyakit pada beberapa macam tanaman.

Oleh karena itu, larutan MOL sangat berguna sekali. Larutan ini sebagai pendekomposer pupuk hayati dan bahan pestisida organik. Terlebih lagi jika penggunaannya sebagai fungisida. Larutan ini biasanya dimanfaatkan sebagai limbah yang mudah dijumpai.

Bahkan, bahannya pun sangat mudah didapatkan. Anda bisa menggunakan limbah rumah tangga ataupun tanaman untuk dijadikan bahan pembuatan pupuk.

Bahan pembuatan pupuk bisa berasal dari bahan organik  dedaunan, dedak, serta larutan MOL. Bahkan, cara pembuatan bahan organik tersebut sudah disusun berlapis.

Untuk ketebalan setiap lapisannya pun dari 10 sampai 15 cm, yang ditumpuk dari bahan organik dengan menggunakan plastik.

Kemudian, Anda dapat mengaduk bahan ini selama 10 hari. Salah satu ciri dari pupuk mikro yang telah jadi yakni pada saat dikepal tidak panas dan remah.

Keunggulan dari pupuk ini lebih mudah dibuat karena bahannya ramah akan lingkungan. Selain itu, kualitas tanahnya terjamin dan hasil panennya baik, serta tanahnya terlindungi.

Pentingnya Mengenal Pupuk Fe Organik

Pupuk fe organik merupakan pupuk yang terbuat dari hasil penguraian beberapa bahan organik di alam, contohnya tanaman dan hewan

Secara umum, pupuk terdiri dari bentuk cair dan padat, namun tergantung bagaimana mengolahnya.

Dalam pembuatan pupuk organik, Anda dapat menggunakan sisa-sisa dari sampah alami yang ada di sekitar lingkungan rumah.

Contohnya pada dedaunan, rumput, kotoran ataupun dari hewan peliharaan, bulu binatang, dan sisa dari makanan busuk.

Kelebihan dari Pupuk Fe

Ada beberapa kelebihan yang ada pada pupuk fe organik, yakni :

  • Dapat menjaga tanah menjadi lebih subur dan ramah lingkungan dalam jangka waktu yang lama.
  • Pada pupuk terkandung unsur hara yang sangat bagus.
  • Dapat menyerap air secara baik dan benar.
  • Dapat meningkatkan kegiatan mikroorganisme yang awalnya sudah ada di tanah.

Kekurangan dari Pupuk Fe

Selain mempunyai kelebihan, ternyata pupuk fe mempunyai kekurangan juga, yaitu :

  • Tidak mudah menentukan kandungan hara yang ada didalam pupuk.
  • Tingkat kelarutan airnya tidak bisa langsung diserap oleh tanaman, untuk jangka waktu yang sedikit .
  • Terdapat proses penguraian yang tidak cepat.
  • Bahan organik yang ada didalam pupuk harus diolah terlebih dahulu, jadi kurang efisien jika dilihat dari segi waktunya.

Jika Anda telah mengetahui apa saja keunggulan maupun kekurangan yang ada di point sebelumnya. Maka akan kami bahas lebih lanjut tentang jenis-jenis pupuk fe organik.

Macam-macam dari Pupuk Fe

Secara umum, pupuk fe dibedakan menjadi dua bagian yakni bentuk dan sumber penyusunnya. Jika dilihat dari bentuknya, pupuk ini terbagi atas dua jenis yakni pupuk padat dan pupuk organik cair.

Namun, apabila dilihat berdasarkan sumber penyusunannya maka pupuk fe dikelompokkan menjadi 3 jenis, yakni pupuk kandang, pupuk hijau, dan pupuk kompos.

1. Pupuk Fe Warna Hijau

Tidak sama dengan pupuk kompos, bahan yang sering orang gunakan dalam pembuatan pupuk fe hijau terbuat dari adanya pelapukan tanaman. Pupuk ini biasanya banyak orang gunakan pada bagian tanaman yang berwarna hijau. Biasanya yang menggunakan pupuk ini adalah  leguminosa atau kacang-kacangan dan tanaman air.

Kedua tanaman cocok apabila kita tambahkan pada pupuk. Karena bahan ini jauh lebih mudah terurai di dalam tanah serta mempunyai kandungan nitrogen tinggi.

2. Pupuk Fe Jenis Kompos

Pupuk fe kompos termasuk salah satu pupuk yang terbuat dari adanya pelapukan bahan organik. Pelapukan bisa terjadi akibat adanya proses bantuan organisme pengurai dan proses biologis. Organisme pengurai terdiri dari bakteri, jamur dan mikroorganisme contohnya cacing tanah.

Apabila kita lihat pada pembuatan pupuk fe saat ini. Anda bisa menggunakan dua metode. Dua metode tersebut yaitu dengan menggunakan teknologi pengomposan yang melibatkan udara biasa kita kenal dengan metode aerob. Selain itu,  ada metode anaerob yang tidak menggunakan udara.

3. Pupuk Fe Jenis Kandang

Jika pupuk fe hijau hanya memanfaatkan sisa pelapukan dari tanaman. Berbeda halnya, dengan pupuk kandang yang terbuat dari adanya kotoran binatang.

Pembuatan pupuk yang satu ini sebenarnya terbilang mudah. Anda cukup memilih jenis pupuk yang akan Anda gunakan pada bibit tanaman.

Secara umum, pupuk fe kandang terbuat dari kotoran hewan yang kencing dan kotoran hewan yang tidak  kencing.

Pada kotoran hewan yang tidak kencing mengalami penguraian yang jauh lebih cepat. Karena tingkat kandungan nitrogennya terbilang tinggi.

Sedangkan, kotoran hewan yang kencing, contohnya sapi. Kotoran sapi sudah terbukti memberikan waktu penguraian yang sangat lama. Karena adanya kandungan nitrogennya yang terbilang cukup rendah.

Masih ada beberapa informasi lainnya yang bisa Anda ketahui lebih dalam.  Namun, untuk cara pembuatan pupuk Fe kami sarankan Anda mengikuti langkah-langkah yang ada di atas. Agar Anda tidak salah langkah dalam memberikan pupuk tanaman terbaik.

Tinggalkan Balasan

Keranjang Belanja

0

Belum ada produk di keranjang

Buka chat
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?