Macam-macam Pupuk Mikro dan Penggunaannya

Macam-macam Pupuk Mikro

Saat in sudah tersedia macam-macam pupuk mikro yang bisa Anda manfaatkan untuk menunjang perkembangan tanaman dalam jangka lama. Meskipun setiap jenisnya memerlukan dalam jumlah sedikit, namun pengaruhnya sangat besar dalam jangka waktu lama.

Penggunaan Macam-macam Pupuk Mikro

Selain sebagai nelayan, sebagian besar masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani dengan berbagai macam hasil mulai dari buah, sayur, maupun lainnya. Tujuan penerapan pupuk mikro salah satunya untuk meningkatkan sistem kekebalan agar tidak mudah terserang penyakit. Yuk simak macam-macamnya dari PT Elementa produsen sekaligus toko jual pupuk hidroponik;

  1. Buah Semangka

Bercocok tanam buah semangka sendiri terbilang cukup sulit karena termasuk tumbuhan yang sensitif terhadap perubahan cuaca apalagi ketika musim penghujan. Resiko terbesarnya adalah terjadi kerusakan akibat tanah menjadi lembab. Tentunya hal ini akan membuat petani mengalami kerugian.

Hambatan lainnya adalah terjangkit penyakit dari jamur serta hewan pengganggu. Agar dapat mencegahnya, ada baiknya melakukan pemupukan menggunakan jenis mikro untuk meningkatkan antibodi. Caranya yakni dengan melarutkan bubuk pupuk Librel BMX kemudian menyemprotkannya.

  1. Tanaman jagung

Melakukan pemupukan pada tanaman jagung sebaiknya jangan terlalu sering. Silahkan menggunakan tahapan beberapa tahapan dengan tujuan untuk membuat hasilnya menjadi semakin maksimal. Selain itu agar terhindar dari penyakit yang bersifat genetik maka cari bibit berkualitas unggul.

Pupuk mikro dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah kecil, untuk itu tidak dianjurkan untuk memberinya setiap hari dalam jumlah besar. tentunya akibatnya akan fatal baik untuk lingkungan maupun tanamannya sendiri. Berikut ulasannya:

  • Tahapan pertama berikan pupuk Librel BMX dengan konsentrasi 1 gr per liter pada saat jagung berusia 25 hari.
  • Pupuk kembali setelah jagung berusia 40 hari dengan menggunakan larutan pupuk semprot Librel RMX 2.
  1. Kedelai

Tumbuhan kedelai menjadi salah satu komoditas yang memiliki tingkat kekebalan tinggi. Hanya saja pada saat awal penanaman cukup sensitif dari berbagai ancaman hama. agar terhindar, maka sebaiknya lakukan pemupukan pada saat tiga tahapan mulai dari daun terbuka sampai sebelum panen.

Pada tanaman kedelai, pupuk dibedakan menjadi dua yaitu Librel BMX dan Librel RMX 2. Agar mudah mengaplikasikannya maka Anda harus melarutkannya dengan air pada takaran tertentu. Pastikan tidak terlalu banyak ataupun sedikit. Berikut prosesnya:

  • Pemupukan dapat Anda lakukan pertama kali pada saat semua daun pada kedelai sudah terbuka semua dan batangnya cukup tinggi menggunakan Librel BMX.
  • Tahap kedua, pemupukan dapat Anda lakukan saat setelah semua daun tumbuh dan hampir muncul bunga pertama kalinya menggunakan Librel RMX 2.
  • Pada tahap pemupukan terakhir yakni dapat Anda lakukan antara ketika kedelai mulai perpolong sampai berpolong penuh menggunakan Librel RMX 2.
  1. Padi

Tanaman satu ini cukup sensitif terhadap berbagai macam hama baik makhluk hidup maupun berdasarkan gen. Selain itu kondisi cuaca juga sangat berperan penting terhadap kelangsungannya. Apabila tidak segera melakukan penanganan maka bisa beresiko terjadi kematian.

Pemupukannya terbilan lebih sering daripada lainnya selama masa penanaman. Jenis pupuknya terdiri dari 2 tipe yaitu Librel BMX dan Librel RMX 2 dengan takaran tertentu. Hindari terlalu sering mengaplikasikannya karena beresiko tinggi membuat tanaman menjadi rusak.

  1. Kelapa Sawit

Pertumbuhan masyarakat yang semakin pesat menjadi salah satu alasan kebutuhan kelapa sawit meningkat drastis. Namun ketika terkena penyakit  maka akan membuat pertumbuhannya terhadap dengan ciri-ciri menguning pada daun, akar mengering, dan bagian batang membusuk.

Saat menerapkan  pupuk mikro, gunakan sistem soil application yakni gunakan jarak yang tidak terlalu dekat maupun jauh dari batang. Untuk pencegahan yaitu 20 gr per pohon, sedangkan kuratif sebesar 30 – 40 gr. Sebaiknya penggunaannya saat curah hujan berkisar 100 – 120 mm.

  1. Kentang

Bahan kentang banyak digunakan untuk membuat makanan atau sebagai pengganti nasi bagi orang yang sedang program diet. Melihat banyaknya kebutuhan masyarakat, tentunya sebagai petani harus mengetahui bagaimana cara perawatan dengan baik dan benar termasuk melakukan pemupukan.

Penggunaan pupuk mikro mulai dari awal tumbuhnya daun hingga muncul buah dengan dua jenis pupuk yakni Librel BMX dan Librel RMX 2. Saat menerapkannya pastikan sebelumnya membuatnya larut dalam air kemudian masukkan pada botol semprot. Secara ringkas, berikut ini penjelasannya:

  • Pemupukan dapat Anda lakukan saat kemunculan daun dengan menggunakan pupuk Librel BMX.
  • Pada tahap ke 2, lakukan pemupukan setelah muncul banyak daun menggunakan pupuk Librel BMX juga.
  • Sedangkan tahap ketiga, dapat Anda lakukan ketika batang dan daun tanaman mulai meninggi menggunakan pupuk Librel RMX 2.
  • Ketika sudah mulai muncul buah, maka lakukan pemupukan tahap ke 4 menggunakan pupuk jenis RMX 2.
  1. Bawang Merah

Sebagai bumbu dapur, penggunaan bawang merah di masyarakat tentu sangat banyak apalagi dengan pesatnya perkembangan warung makan maupun olahan kuliner lainnya. namu proses perawatan produk saat ini terbilang cukup sulit dan beresiko gagal panen jika terserang penyakit / iklim tidak mendukung.

Guna menghindarinya sebaiknya lakukan pemupukan mikro untuk membuat sistem kekebalannya semakin meningkat sehingga tidak khawatir terjangkit berbagai macam penyakit. Tahapannya terdiri dari 4 sesi menggunakan 2 jenis pupuk. Berikut ini ulasannya:

  • Pemupukan tahap pertama dapat Anda lakukan pada saat daun sudah tumbuh cukup panjang dengan menggunakan Librel BMX.
  • Tahap kedua bisa Anda lakukan ketika daun terlihat tumbuh subur dan lebih banyak dari sebelumnya menggunakan pupuk BMX menggunakan teknik semprot.
  • Pada tahap ke 3, lakukan ketika tumbuh daun lebih lebat dan masih menggunakan  pupuk Librel BMX.
  • Saat sudah mulai tua yang ditandai dengan warna daun hijau tua menggunakan pupuk Librel RMX 2.,

Demikian penjelasan mengenai macam-macam dan jenis pupuk mikro yang bisa Anda terapkan untuk mengurangi risiko gagal panen. Poin paling pentingnya terletak pada pengetahuan mengenai bagaimana tata cara penerapannya serta takarannya.

Tinggalkan Balasan

Keranjang Belanja

0

Belum ada produk di keranjang

Buka chat
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?