Pupuk Mikro untuk Sawit

Pupuk Mikro untuk Sawit

Pertumbuhan masyarakat yang semakin pesat menjadi salah satu penyebab kebutuhan dapur meningkat drastis salah satunya pada minyak goreng. Jika kualitasnya bagus menghasilkan produk dengan kandungan vitamin tinggi. Hal ini bisa didapatkan dengan pemberian pupuk mikro untuk sawit.

Penyakit Pada Tumbuhan Kelapa Sawit

Saat kelapa sawit kekurangan nutrisi maka akan membuat tumbuh kembangnya menjadi terhambat bahkan mengalami kematian. Guna mencegahnya, maka salah satu solusinya adalah dengan memberikan pupuk mikro meskipun dalam jumlah cukup kecil, simak penjelasan dari PT Elementa Agro Agen Pupuk hidroponik terbaik;

Penyakit Tajuk

Pemilihan bibit unggul memang sangat penting karena jika salah maka bisa saja membawa penyakit seperti halnya penyakit tajuk. Diketahui penyebab persebarannya adalah berkaitan dengan faktor genetik. Perlu Anda ketahui bahwa jika telah terjangkit maka akan membuatnya tumbuh abnormal.

Gejalanya akan muncul ketika kelapa sawit berumur 2 hingga 4 tahun setelah masa penanaman. Ciri-ciri fisiknya adalah pelepah menjadi bengkok dan tidak memiliki helaian daun. Selain itu juga pada bagian pertengahan sampai ujung pelepah robek maupun berbentuk kecil.

Anthracnose

Bagian yang terserang oleh penyakit anthracnose adalah dan beserta tulangnya yang menyebabkan bagian ini mengering namun bagian lainya berwarna hijau normal. Dampak paling buruknya penyakit tersebut dapat mengakibatkan kematian. Oleh sebab itu ketahui ciri khususnya agar bisa menangani.

Baik pada tulang maupun daunnya akan terlihat bercak-bercak kecoklatan yang jika dibiarkan akan merambat dan membuatnya mengering. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Melanconium sp, Botryodiplodia palmarum, dan Melanconium sp. Guna mencegahnya pastikan untuk memilih bibit terbaik.

Penyakit Garis Kuning (Patch Yellow)

Sesuai namanya, penyakit ini menyerang pada daun kelapa sawit yang membuatnya berubah kekuningan berbentuk garis memanjang. Penyebabnya adalah karena infeksi dari jamur Fusarium oxysporum. Akibatnya pertumbuhannya menjadi terhambat dan menghasilkan buah sedikit.

Sebaiknya sebelum mengakibatkan kerugian besar, ketahui ciri fisiknya berupa terdapat garis kuning yang terlihat pada daunnya. Umumnya penyakit ini akan menyerang ketika bagian tersebut masih muda dan menyebar kebagian lainnya. Cara pencegahannya yaitu usaha inokulasi pada penyakit bibit.

Penyakit Busuk Kuncup (Spear Rot)

Penyakit satu ini terbilang sangat sering menyerang tanaman kelapa sawit dan mengakibatkan kerusakan karena menghambat pertumbuhannya. Ketika telah mengetahui gejalanya seperti bagian kuncupnya melengkung. Jika Anda lihat dari dekat maka muncul bintik kecoklatan.

Sampai saat ini penyebabnya belum diketahui pasti, namun Anda bisa memperkuat antibodinya supaya tidak mudah terserang penyakit berbahaya. Agar tidak sampai menjalar ke bagian lainnya, penanganan pertama yang harus Anda lakukan adalah memotong bagian kuncupnya.

Penyakit Busuk Pangkal Batang (Basal Stem Rot atau Ganoderma)

Saat musim hujan maka debit air yang mengenai tumbuhan sawit akan meningkat pesat, jika berlangsung lama bukan tidak mungkin akan mengakibatkan kebusukan pada bagian batangnya. Penyebabnya adalah tingkat kelembaban tanah menjadi tinggi.

Saat hal ini terjadi maka beberapa jamur penyebab kebusukan akan mudah berkembang biak seperti Ganoderma pseudoferrum, Ganoderma applanatum, dan Ganoderma lucidum. Parahnya penyakit ini dapat menular ke tanaman di sekitarnya sehingga cukup berbahaya untuk kelangsungannya.

Penyakit Akar Busuk (Blast Disease)

Salah satu fungsi umum yang terdapat dalam pupuk mikro sendiri adalah untuk membentuk antibodi agar terhindar dari serangan berbagai macam penyakit termasuk akar busuk. Penyebab umumnya adalah terjangkit jamur serta kadar pH tidak sesuai dengan habitat hidupnya.

J9ika tanaman kelapa sawit telah terinfeksi jamur Rhizoctonia lamellifera dan Phytium sp yakni tanaman sulit untuk bertumbuh sehingga akan terlihat tetap kecil serta warna daunnya kekuningan. Jika tidak segera Anda lakukan penanganan maka tidak berbuah bahkan mati.

Cara Pemberian Pupuk Mikro untuk Sawit

Keberadaan pupuk mikro sendiri berfungsi untuk meningkatkan antibodi pada tumbuhan supaya tidak mudah terserang penyakit. Hanya saja masih sedikit petani yang sadar pentingnya kehadiran produk ini. seperti halnya untuk kelapa sawit, berikut ini langkah-langkahnya:

Perlu Anda ketahui metode yang terdapat dalam teknik pemupukan ini adalah soil application. Tujuan utama penerapanya adalah menormalkan kondisi dari tanaman kelapa sawit agar bisa tumbuh sehat dan menghasilkan banyak buah untuk memenuhi kebutuhan pasar.

  • Perhatikan pohon yang ingin Anda pupuk.
  • Berikan pupuk dengan jarak 2 – 3 m dari tempat tumbuhnya.
  • Gunakan dosi 20 gr untuk pencegahan.
  • Sedangkan kuratif menggunakan 30 – 40 gr per pohonnya.
  • Saat melakukan pemupukan perhatikan juga curah hujannya.
  • Setidaknya dalam satu bulan curah hujanya minimal 100 – 12 mm.
  • Lakukan pengecekan secara berkala dan jauhi penyebabnya.
  • Jangan terlalu sering memberikannya pupuk mikro.

Ciri-ciri Kelapa Sawit yang Sudah Sehat

Setelah melakukan perawatan, tentu pohon sawit akan mengalami beberapa perubahan signifikan terutama pada bagian yang terserang penyakit maupun jamur. Dengan begitu nantinya pertumbuhan serta proses pembentukan buah tidak terhambat. Simak penjelasannya berikut ini:

  • Bagian daun menghijau dan tidak terdapat bercak kekuningan maupun kecoklatan sampai ke tulang daunnya.
  • Pertumbuhannya menjadi subur dan tidak terlihat mengerdil.
  • Bagian batangnya tidak menunjukkan ciri-ciri kebusukan bahkan terlihat subur dan segar.
  • Buah yang muncul cenderung lebat, namun sebenarnya tergantung dari jenis pupuk serta kandungannya.
  • Bagan akarnya menjadi semakin kuat karena telah mendapatkan penunjang dari zat yang bersumber dari pupuk mikrotik.

Demikian penjelasan mengenai pupuk mikro untuk sawit yang sangat penting Anda ketahui untuk menunjang kelangsungan kedepannya. Informasi merk dagang pupuk mikro selanjutnya bisa khalayak simak melalui website terpercaya di https://elementalestari.com/. Di dalamnya juga terdapat informasi menarik lainnya.

2 Komentar

Tinggalkan Balasan

Keranjang Belanja

0

Belum ada produk di keranjang

Buka chat
Halo,
Ada yang bisa kami bantu?